4 Tahun Perjuangkan Akses Jalan Stasiun Duri, Warga Kalianyar Mohon Dukungan Aleg PKS

by Humas PKS Jakarta

Jakarta – Dua orang anggota Fraksi PKS DPRD DKI menerima audiensi dari warga Kelurahan Kalianyar Tambora, Jakarta Barat, mereka menyampaikan permohonan untuk dibuatkan akses jalan menuju Stasiun Kereta Api Duri dari Kalianyar, Senin (5/4/2021) di ruang rapat Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat.

Stasiun yang berlokasi di Jl. Duri Utara, Kelurahan Duri Utara, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat ini juga bersebelahan dengan wilayah Kelurahan Kalianyar, Tambora, Jakarta Barat. Sebelumnya, akses menuju ke Stasiun tersebut dapat dilalui baik dari wilayah Duri Utara maupun Kalianyar selama bertahun-tahun, pasca direnovasi empat tahun lalu, pada tahun 2018 akses pintu keluar masuknya dibatasi dari Duri Utara saja.

Ditemui Solikhah dan Abdul Aziz dari Fraksi PKS yang mewakili daerah pemilihan Jakarta Barat, warga Kalianyar yang tergabung dalam Forum Silaturrahim RT menyampaikan, telah mengajukan dibuatkannya akses jalan ke Stasiun KA Duri dari Kalianyar sejak tahun 2018.

“Kami telah mengumpulkan tanda tangan sekitar 250 orang dalam mengajukan hal tersebut,” jelas Solikhah menirukan aspirasi warga.

“Dibukanya akses jalan berupa pintu keluar masuk atau JPO menuju ke Stasiun Duri sangat dibutuhkan warga Kalianyar, sehingga warga tidak harus berputar jauh saat akan masuk ataupun keluar dari Stasiun Duri,” tambah Solikhah.

Sementara itu, salah satu perwakilan warga menyampaikan, akses keluar masuk menuju Stasiun Duri yang terletak di pemukiman padat penduduk dan membagi dua wilayah, Kelurahan Duri Utara dan Kalianyar ini hanya ada di satu sisi, yaitu Jalan Duri Utara, sehingga warga Kalianyar yang umumnya warga menengah kebawah merasa keberatan untuk menggunakan angkutan tambahan dari Duri Utara ke Kalianyar.

“Biasanya menggunakan bajaj itu sampai 25.000 rupiah, cukup mahal untuk warga Kalianyar, sedangkan jika ditempuh dengan berjalan kaki lumayan jauh,” ujar salah satu perwakilan warga Kalianyar yang hadir.

Angkutan kota yang melintasi wilayah Duri Utara atau Stasiun Duri ada M41 trayek Grogol-Toko 3 namun tidak melewati Kalianyar, sedangkan angkutan yang melewati wilayah Kalianyar ada M43 trayek Grogol-Angke tidak melintasi Stasiun Duri.

“Mudahnya untuk ke Kalianyar bagi warga selain menggunakan bajaj bisa juga ojek online jika berkecukupan, jika pas-pasan warga biasanya pilih berjalan kaki meskipun jauh,” tambahnya lagi.

Stasiun Duri merupakan stasiun transit dengan 5 peron untuk penumpang dari atau menuju ke Tangerang, Manggarai, Jatinegara juga Bandara Soekarno-Hatta.

“Moda Transportasi Kereta Api dari Stasiun Duri sangat diminati oleh warga Kalianyar, selain murah/ekonomis dan aman, juga dapat digunakan secara massal ke Jadebotabek dan Bandara” ujar Solikhah dari Komisi E Fraksi PKS.

Forum Silaturrahim RT Kalianyar yang diwakili Ketua RW 02 Suwardi, RT 007/ 07 Jajang, Ahmad Ketua FKDM Fauzi, LMK Wowo Suntoro, RT 001/09 Sekretaris Forum RT Kalianyar Andi Nugroho dan RT 002/ 03 Akram Khasani.

“Saya dan Pak Abdul Aziz dari Fraksi PKS mendorong agar para anggota dewan khususnya PKS untuk membantu dibukanya akses jalan bagi warga untuk menuju Stasiun KA Duri. Kami empati dan prihatin bahwa sudah sekitar 4 tahun harapan warga Kalianyar belum terwujud juga, melalui fraksi PKS kita akan perjuangkan,” tegas Solikhah

“Saya juga sudah menyampaikan aspirasi warga Kalianyar ini ke Gubernur DKI Jakarta, Semoga dengan dibukanya akses ke Stasiun KA Duri masyarakat bertambah mudah dalam menggunakan jasa kereta api dan dapat menghemat pengeluaran, mohon doanya agar aspirasinya dapat segera ditindaklanjuti (TL) oleh Gubernur Anies Baswedan, dan nantinya masyarakat dapat lebih baik dalam beraktivitas,” tambah Solikhah.

Related Posts